SELAMAT DATANG DI GILAKIU.ORG DAPATKAN FREE COIN 20.000 UNTUK DEPOSIT PERTAMA MIN DEPOSIT 20.000.PERMAINAN TEXAS POKER, DOMINO 99 DAN BOLATANGKAS .

7 Mitos Tentang Ukuran Penis Ini Salah Kaprah


Ilustrasi, sumber foto: Deon Black from Pexels


Gila Kiu - Di kalangan masyarakat Indonesia, seks merupakan topik yang masih tabu untuk dibicarakan secara terbuka. Akibatnya, banyak mitos, misinformasi, dan kesalahpahaman tentang hal ini. Salah satunya tentang ukuran penis.


Ukuran alat kelamin pria sering dikaitkan dengan ciri fisik lainnya. Sebagai contoh, tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa semakin besar penis maka semakin besar pula ukuran kaki seseorang.


Tak hanya itu, masih banyak lagi misinformasi terkait cara menentukan atau memperkirakan ukuran penis seseorang. Berikut adalah beberapa di antaranya!


1. Mitos: Ukuran penis bisa dilihat dari ukuran kaki


Mitos pertama mengatakan bahwa ukuran penis seseorang berbanding lurus dengan ukuran kaki. Tidak hanya di Indonesia, mitos ini dipercaya oleh banyak orang di dunia. Namun, apakah itu benar?


Tentu saja jawabannya tidak. Ini hanya mitos yang disebarkan dari mulut ke mulut. Bahkan, saking luasnya rumor ini, seorang ahli urologi asal Inggris melakukan penelitian tentang hal itu. Mereka meminta 104 pria untuk memberikan ukuran kaki dan penis mereka.


Studi ini diterbitkan dalam British Journal of Urology International pada tahun 2002. Hasilnya menunjukkan bahwa keduanya sama sekali tidak berhubungan. Jadi, kamu tidak bisa memprediksi ukuran penis seseorang berdasarkan ukuran kakinya.


2. Mitos: Ukuran penis tergantung tinggi badan


Selanjutnya, banyak orang mengatakan bahwa semakin tinggi kamu, semakin besar organ "di bawah sana". Bagi sebagian orang, pernyataan ini mungkin terdengar masuk akal. Namun, apakah ini benar?


Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa kedua variabel tersebut secara statistik berkorelasi. Artinya pria tinggi cenderung memiliki ukuran penis yang lebih besar. Namun, sebuah jurnal yang diterbitkan oleh SAGE pada tahun 1993 mengatakan bahwa hubungan itu sangat kecil sehingga tidak dapat dipercaya. Kita tidak bisa memperkirakan ukuran penis dari tingginya.


3. Mitos: Penis pria homoseksual lebih besar dari pria heteroseksual


Tak sedikit juga yang beranggapan bahwa pria homoseksual cenderung memiliki penis yang lebih besar daripada pria heteroseksual. Sebuah survei dari Kinsey Institute dalam jurnal Research in Sex, Gender, and Reproduction juga mengatakan demikian.


Jurnal tahun 1999 dari Archives of Sexual Behavior menyatakan bahwa ini mungkin karena perbedaan hormonal dalam kedua kelompok. Pertama, pria homoseksual dianggap memiliki kadar hormon maskulin yang lebih rendah (misalnya testosteron). Ini mengurangi hilangnya reseptor androgen. Itulah yang kemungkinan membuat penis tumbuh lebih besar.


Namun, jurnal yang sama mengungkapkan bahwa hal di atas hanya diuji pada tikus, bukan pada manusia. Selain itu, survei Kinsey Institute mungkin mengandung bias tertentu yang membuat pengumpulan data menjadi kurang akurat. Studi ini mengungkap bahwa seksualitas seseorang tidak bisa dijadikan patokan ukuran penisnya.


4. Mitos: Ukuran penis bisa ditentukan dari rasio jari telunjuk dan jari manis


Lihatlah jari telunjuk dan jari manis kamu. Umumnya, kedua jari memiliki panjang yang berbeda. Nah, perbandingan ukuran sering dikaitkan dengan apa yang sedang kita bicarakan sekarang. "Semakin kecil perbedaan panjang antara telunjuk dan ibu jari, semakin besar penis", begitulah anggapan orang.


Dilansir LiveScience, banyak ahli mengungkapkan bahwa hal ini ada hubungannya dengan jumlah testosteron yang masuk ke dalam tubuh saat seorang pria berada dalam kandungan ibunya. Hipotesis ini telah diperdebatkan selama bertahun-tahun. Namun, hingga kini, belum ada bukti pasti terkait kebenaran pernyataan tersebut.


5. Mitos: Jika ukuran kecil saat normal, maka kecil juga saat ereksi


Asumsi selanjutnya mengatakan bahwa jika penis kecil dalam kondisi normal, berarti ukurannya tidak akan jauh berbeda saat ereksi atau tegang. Sekali lagi, tidak ada bukti ilmiah yang kuat yang dapat membuktikan kebenaran pernyataan ini.


Dilansir WebMD, tidak ada rasio konsisten penis dalam keadaan normal dan ereksi penuh. Ukurannya bisa berbeda-beda tergantung setiap orang. Namun, dalam dunia medis, ada dua jenis penis, yaitu shower-er dan grow-er.


Masih dari sumber yang sama, shower-er adalah penis yang tidak banyak berubah saat ereksi, sedangkan grow-er sebaliknya. Data menunjukkan bahwa tidak ada pria yang suka mandi atau tumbuh secara ekstrem.


6. Mitos: Pria kurus memiliki penis yang lebih besar


"Pria kurus biasanya memiliki Mr. P yang lebih besar dan lebih panjang." Pernyataan ini diyakini oleh banyak orang, termasuk masyarakat Indonesia. Tapi apakah ini benar?


Sebuah studi dari Nnamdi Azikiwe University Nigeria mencoba menemukan kebenaran asumsi ini dengan melihat ukuran penis 115 pria. Tinggi badan, berat badan, dan karakteristik fisik subjek penelitian juga berbeda.


Akibatnya, ada hubungan erat antara ukuran penis dan otot panggul. Namun, ini tidak terkait dengan berat badan, tinggi badan, dan ukuran tubuh seseorang.


7. Mitos: Semakin rendah suaranya, semakin besar penisnya


Di antara semua karakteristik fisik, suara rendah dianggap maskulin dan menarik perhatian orang lain. Itu sebabnya banyak orang berpikir bahwa semakin berat dan rendah suara seseorang, semakin besar ukuran penisnya.


Anggapan ini tentu tidak benar. Ukuran penis bahkan tidak berhubungan dengan tinggi badan, berat badan, dan ciri fisik lainnya. Terutama suara yang tidak ada hubungannya dengan itu. Jadi, jangan langsung menyimpulkan, oke?


Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa ukuran penis sebenarnya tidak berhubungan dengan variabel lain yang disebutkan. Mulai dari ciri fisik hingga seksualitas. Oleh karena itu, jangan mudah percaya pada asumsi yang belum tentu benar.


Post a Comment

0 Comments